Langsung ke konten utama

Kejati Kalbar Bantah Minimnya Penindakan Korupsi Karena Tukar Guling

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kembali memperingati Hari Anti Korupsi dengan kegiatan seremonial upacara bendera. Diikuti oleh seluruh jajaran jaksa di lingkungan Kejati Kalbar.

Acara dipimpin oleh Kajati Resi Anna Napitulu, mantan Kajati Banten yang saat ini diwilayah tersebut sedang disorot kasus korupsi oleh KPK. Dulu Banten dikenal adem ayem dipimpin oleh Dinasti Ratu Atut Choisyah.

Resi Anna yang menjabat sebagai Kajati menggantikan Jasman Panjaitan telah bekerja selama hampir enam bulan. Sedikit berbeda dengan Jasman Panjaitan yang getol mengundang wartawan guna menyampaikan penyidikan maupun penyelidikan dalam penanganan korupsi, Resi Anna Napitulu berbanding terbalik.

Dan dalam hari peringatan anti korupsi kali inipun, Kejati Kalbar tidak menyampaikan sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani. Resi hanya menghimbau meminta seluruh jajarannya agar mewujudkan Indonesia bersih, transparan, tanpa korupsi.
 
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kalbar Didik Istiyanta saat ditanyakan terkait sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani Kejati, Ia menyatakan sedang sibuk.

"Saya sedang sibuk, nanti saja, saya masih ada tamu," katanya, Senin (9/12).

Ditanya apakah minimnya penanganan kasus korupsi oleh Kejati karena adanya tukar guling gedung Kejaksaan di KS Tubun dengan Gedung Juang di Jalan A Yani, Didik berkilah.

"Itu yang bertukar pemerintah diatas, kalau kita jalan terus nangani kasus korupsi. Kita tetap jalan terus menangani kasus korupsi" ujarnya.

Kejaksaan Tinggi Kalbar saat ini sedang membangun gedung baru di bekas gedung Juang. Tukar guling gedung ini telah disepakati antara Kajati Resi Anna Napitulu dan Gubernur Kalbar Cornelis.

Bahkan dalam peletakan batu pertama, hadir Resi Anna Napitupulu, Gubernur Cornelis, dan pengusaha sekaligus Ketua Koni Sy Mahmud.

Sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani Kejati Kalbar masih ditangani yakni kasus ganti rugi tanah Lapas kelas 2A Pontianak, kasus korupsi pembangunan kantor Bupati Sekadau, dan kasus korupsi pengadaan obat cacing di Diskes Sanggau. (R

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gubernur Kalbar Sutarmidji Targetkan Vaksinasi Kota Pontianak 250 Ribu Dalam Dua Bulan Mendatang

  Gubernur Kalbar Sutarmidji lewat akun media sosial Facebooknya menyampaikan bahwa vaksinasi di Kota Pontianak sudah mencapai 75 ribu orang.  Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk di Kota Pontianak  Hal itu disampaikannya pada Minggu 27 Juni 2021, Gubernur Sutarmidji menuturkan bahwa vaksinasi di Kalbar telah menyasar sekitar 200 ribu jiwa.  "Assalamu'alaikum, Alhamdulillah hingga hari ini di Pontianak warga yang sudah divaksin mencapai 75 ribu orang,". "Se-Kalbar sudah lebih 200.000 orang,". Gubernur Sutarmidji menargetkan bahwa sekitar dua bulan ke depan Pontianak bisa mencapai sekitar 200 hingga 250 ribu. "Kalbar (bisa,red) 500 ribu orang yang divaksin. Ini adalah ihktiar kita," terang Midji, sapaan akrab orang nomor satu di Kalbar.  Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini berharap pandemi Covid-19 yang melanda di dunia bisa segera berlalu. Terkhususnya di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.  "Semoga Covid segera berlalu. Saya sarankan mas...

Direktorat Jenderal Pajak Tak Bantah Bakal Kenakan PPN Terhadap Sembako dan Pendidikan, Ini Penjelasannya

Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat dalam rilis resminya kepada wajib pajak menyampaikan tanggapan terkait rencana pengenaan PPN terhadap sembako dan pendidikan Direktorat Jenderal Pajak menuturkan bahwa b erkenaan dengan maraknya pemberitaan mengenai pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas sembako maupun jasa pendidikan di Indonesia dengan ini disampaikan bahwa berita yang beredar merupakan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah. Saat ini pemerintah sedang fokus terhadap upaya penanggulangan Covid-19 dengan melakukan berbagai upaya untuk melindungi masyarakat dan menolong dunia usaha agar dapat bangkit dan pulih akibat pandemi. Di tengah situasi pelemahan ekonomi akibat pandemi, pemerintah memandang perlu menyiapkan kerangka kebijakan perpajakan, di antaranya usulan perubahan pengaturan PPN. Ada pun poin-poin penting usulan perubahan di antaranya adalah pengurangan berbagai fasilitas PPN karena dinilai tidak tepat sasaran dan untuk mengura...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Positif Terpapar Virus Corona

Assallamualaikum Wr.Wb. Selamat malam warga Kota Pontianak tercinta, semoga sehat selalu Mohon untuk sementara waktu kita bisa bersabar dan menahan diri untuk ikut mensukseskan PPKM ketat selama 14 hari. Edi mengajak masyarakat agar tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan 5M menjaga stamina tubuh, karena saat ini tingkat ketertularan semakin tinggi. Saya walaupun selalu menggunakan masker dengan aktifitas yang padat, pada hari sabtu malam hingga minggu demam. "Tadi pagi test swab PCR hasilnya saya terkonfirmasi Positif. Sekarang saya melakukan isolasi mandiri di rumah," "Selama menjalankan isolasi untuk tugas pemerintahan ditangani oleh pak Wakil Wali Kota Bahasan. Mohon Doa nya semoga saya cepat sembuh dan kita semua diberi kekuatan dan terhindar dari Covid 19, amiin," ucapnya. Pengumuman ini disampaikan Wali Kota Edi Kamtono lewat akun resminya di media sosial Facebook pada 15 Juni 2021 sekitar pukul 17.00 WIB. #corona #covid19 #pontianak #walikota #5M