Langsung ke konten utama

Pencemaran Sungai Singkawang Sangat Buruk

Pencemaran Sungai Singkawang Sangat Buruk
BOD dan COB Diatas Ambang Batas, Dihimbau Pedagang Pasar Jangan Buang Sampah
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Singkawang Ramzy Nurdin mengatakan tingkat pencemaran Sungai Singkawang saat ini sudah melebihi ambang batas normal atau mengkhawatirkan, Sabtu (29/8). Hal ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat di sekitar pinggir sungai membuang sampah seenaknya dan ulah oknum para pedagang pasar Beringin yang rendah.
"Saat ini kadar Biochemical Oxygent Demand (BOD) dan Chemical Oxygent Demand (COD) untuk Sungai Singkawang melebihi ambang batas normal dan sudah tahap mengkhawatirkan.  Saat ini tingkat BOD dan COD Sungai Singkawang diatas golongan III.  Untuk pencemaran Mercuri masih dibawah ambang batas normal yakni 0,02 mg/L," ujar Ramzi kepada Tribun.
Menurutnya dengan kondisi Sungai Singkawang saat ini untuk dikonsumsi oleh masyarakat sebagai kebutuhan air sehari-hari jelas tidak layak. Hal ini tampak jelas bagaimana warna air Sungai Singkawang berwarna pekat kehitaman dan mengandung banyak bakteri penyakit.
Ditanya penyebab cepatnya pencemaran yang terjadi di sungai Singkawang sebagai aliran sungai utama, Ramzy mengatakan aktivitas para pedagang di asar Beringin satu diantara penyumbang terbesar. "Kita tidak bisa pungkiri bagaimana pedagang di Pasar Beringin dengan gampang dan mudahnya membuang sampah ke sungai. Baik dari limbah Plastik maupun limbah bekas pencucian ikan, ayam, dan daging," jelasnya.
Ramzy meminta kepada pedagang yang berjualan jangan membuang sampah sembarangan. "Saya meminta kepada pedagang dan masyarakat yang tinggal di pinggir sungai Singkawang jangan membuang sampah terutama sampah plastik sebab tidak dapat di urai. Solusi lainya agar di pasang IPAL di mana daerah yang ada kegiatan pembuangan limbah tersebut. Dan juga menanam pohon di pinggir sungai, " tandasnya
Saat Tribun melihat pinggiran sungai Singkawang  di daerah Pasar Beringin tampak sampah palstik dan limbah di buang ke dalam sungai. Plang larangan juga tampak belum terpampang oleh Pemerintah terkait.
Pekerja pemotongan Ayam, Yudi Susnanto mengatakan pihaknya mengaku dengan terpaksa harus membuang limbah bulu ayam ke dalam Sungai Singkawang. "Kami sebenarnya sudah pernah mencoba untuk bagaimana limbah bulu dari hasil pembersihan ayam tidak dibuang ke sungai. Kita kumpulkan dan karungkan dan diletakkan di pinggir jalan dengan maksud agar Pasukan Kuning (Pekerja Sampah Dinas Kebersihan) mengangkut. Tetapi kenyataannya tidak jadi terpaksa kami harus membawanya lagi ke TPS," ujar Yudi kepada Tribun di temui di tempat pemotongan ayam.
Yudi menyadari efek yang timbul jika bulu ayam di buang ke sungai dapat menyebabkan pencemaran. Akan tetapi jauhnya dan terbatasnya waktu serta beratnya limbah bulu ayam dalam satu karung menjadikan alasan untuk membuangnya ke dalam sungai.
"Dalam satu karung bulu ayam,  beratnya bisa mencapai puluhan kilo. Jika dalam satu hari saja tidak diangkat dapat menyebabkan bau busuk. Itu satu diantara penyebabnya, apalagi jauh lagi jarak membuang ke TPS. Kami sebenarnya juga tidak menyalahkan pasukan kuning sebab masalah armada dan tenaga sangat kurang. Akan tetapi mohon untuk khusus tempat pemotongan ayam diberikan pengangkutan limbah secara khusus," tandas Yudi.
Sudah Dihimbau
Kepala Dinas Kebersihan Kota Singkawang,  Wolter Koyongian mengatakan masalah pencemaran sungai Singkawang menjadi selalu menjadi perhatian khusus. "Untuk pencemaran sungai Singkawang itu ditangani oleh pihak Dinas Binamarga. Tetapi untuk masalah sampah yang dibuang sembarangan ke sungai itu sebenarnya telah diperingatkan dan di himbau untuk tidak melakukan itu. Kita jusaga telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengangkut sampah yang ada  di pasar Beringin," ujar Wolter.
Apalagi untuk merebut Adipura ke tiga kalinya, sejumlah proyek kebersihan sudah dilakukan dan ada yang dalam tahap pelaksanaan.
"Untuk mendapatkan Adipura ketiga kalinya itu, sebagaimana catatan yang dulu telah diberikan kepada Kota Singkawang saat ini sedang diperbaiki. Misalnya saat itu tim penilai meminta untuk di TPA dibuat pemagaran, jalan ke lokasi yang harus baik, dan rumah untuk kompos juga yang semuanya telah disiapkan menunggu pelaksanaanya dalam waktu dekat. Tinggal menunggu pelelangan," jelas Wolter.
Wolter meminta kepada masyarakat khususnya pedagang pasar menjaga Sungai Singkawang dari limbah plastik maupun limbah lainnya. Sehingga Singkawang sebagai Kota Adipura dapat dirasakan bersama dan menyeluruh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gubernur Kalbar Sutarmidji Targetkan Vaksinasi Kota Pontianak 250 Ribu Dalam Dua Bulan Mendatang

  Gubernur Kalbar Sutarmidji lewat akun media sosial Facebooknya menyampaikan bahwa vaksinasi di Kota Pontianak sudah mencapai 75 ribu orang.  Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk di Kota Pontianak  Hal itu disampaikannya pada Minggu 27 Juni 2021, Gubernur Sutarmidji menuturkan bahwa vaksinasi di Kalbar telah menyasar sekitar 200 ribu jiwa.  "Assalamu'alaikum, Alhamdulillah hingga hari ini di Pontianak warga yang sudah divaksin mencapai 75 ribu orang,". "Se-Kalbar sudah lebih 200.000 orang,". Gubernur Sutarmidji menargetkan bahwa sekitar dua bulan ke depan Pontianak bisa mencapai sekitar 200 hingga 250 ribu. "Kalbar (bisa,red) 500 ribu orang yang divaksin. Ini adalah ihktiar kita," terang Midji, sapaan akrab orang nomor satu di Kalbar.  Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini berharap pandemi Covid-19 yang melanda di dunia bisa segera berlalu. Terkhususnya di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.  "Semoga Covid segera berlalu. Saya sarankan mas...

Direktorat Jenderal Pajak Tak Bantah Bakal Kenakan PPN Terhadap Sembako dan Pendidikan, Ini Penjelasannya

Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat dalam rilis resminya kepada wajib pajak menyampaikan tanggapan terkait rencana pengenaan PPN terhadap sembako dan pendidikan Direktorat Jenderal Pajak menuturkan bahwa b erkenaan dengan maraknya pemberitaan mengenai pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas sembako maupun jasa pendidikan di Indonesia dengan ini disampaikan bahwa berita yang beredar merupakan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah. Saat ini pemerintah sedang fokus terhadap upaya penanggulangan Covid-19 dengan melakukan berbagai upaya untuk melindungi masyarakat dan menolong dunia usaha agar dapat bangkit dan pulih akibat pandemi. Di tengah situasi pelemahan ekonomi akibat pandemi, pemerintah memandang perlu menyiapkan kerangka kebijakan perpajakan, di antaranya usulan perubahan pengaturan PPN. Ada pun poin-poin penting usulan perubahan di antaranya adalah pengurangan berbagai fasilitas PPN karena dinilai tidak tepat sasaran dan untuk mengura...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Positif Terpapar Virus Corona

Assallamualaikum Wr.Wb. Selamat malam warga Kota Pontianak tercinta, semoga sehat selalu Mohon untuk sementara waktu kita bisa bersabar dan menahan diri untuk ikut mensukseskan PPKM ketat selama 14 hari. Edi mengajak masyarakat agar tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan 5M menjaga stamina tubuh, karena saat ini tingkat ketertularan semakin tinggi. Saya walaupun selalu menggunakan masker dengan aktifitas yang padat, pada hari sabtu malam hingga minggu demam. "Tadi pagi test swab PCR hasilnya saya terkonfirmasi Positif. Sekarang saya melakukan isolasi mandiri di rumah," "Selama menjalankan isolasi untuk tugas pemerintahan ditangani oleh pak Wakil Wali Kota Bahasan. Mohon Doa nya semoga saya cepat sembuh dan kita semua diberi kekuatan dan terhindar dari Covid 19, amiin," ucapnya. Pengumuman ini disampaikan Wali Kota Edi Kamtono lewat akun resminya di media sosial Facebook pada 15 Juni 2021 sekitar pukul 17.00 WIB. #corona #covid19 #pontianak #walikota #5M